Hal ini terbukti ketika tim peneliti menemukan besi cair di dalam tanah, hingga membuat tanah menjadi keras dan tajam.
Para peneliti beranggapan bahwa penambangan bijih besi dan pengolahan besi di sekitar Danau Matano dimulai sejak awal Masehi hingga abad ke-17.
Pada masanya, pandai besi menyalakan api menggunakan batu rijang untuk melebur bijih besi.
Penemuan ini terbilang unik karena rijang biasanya ditemukan pada zaman prasejarah.
Dikutip dari nationalgeographic, terdapat banyak sekali barang peninggalan sejarah yang sampai saat ini masih terawetkan seperti tombak, periuk, parang, piring dan peralatan lainnya yang terbuat dari besi dan kuningan.
Tak hanya peralatan yang ditemukan, di danau tersebut terdapat gua yang di dalamnya tersimpan banyak tengkorak manusia yang telah berumur ratusan tahun.







Komentar