Beasiswa 9.878 Mahasiswa hingga Layanan 422 Ribu Pasien Selama Setahun, 3 Kartu Sakti Andalan Luwu Timur

LUWU TIMUR | POTOKLIK.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur memaparkan sejumlah capaian pembangunan sepanjang tahun 2025 pada masa 1 tahun Kepemimpinan Irwan Bachri Syam – Puspawati Husler sebagai Bupati dan Wakil Bupati Luwu Timur.

Capian yang mencakup sektor pendidikan, kesehatan, sosial, hingga ekonomi. Berbagai program unggulan disebut telah dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat melalui program kartu sakti.

Ada tiga kartu sakti yang menjadi unggulan Pemerintah Luwu Timur saat ini diantaranya, Kartu Luwu Timur Pintar, Kartu Lansia dan Kartu Luwu Timur Sehat.

Berdasarkan beberapa sumber resmi Pemkab Luwu Timur, untuk sektor pendidikan, melalui program Kartu Luwu Timur Pintar, Pemkab menyalurkan beasiswa kepada sebanyak 9.878 mahasiswa. Setiap penerima mendapatkan bantuan senilai Rp6 juta per tahun atau Rp3 juta per semester. 

Selain itu, pemerintah juga membagikan paket seragam sekolah gratis kepada 16.253 siswa mulai dari tingkat TK, SD hingga SMP sebagai upaya mendorong akses pendidikan yang merata dan berkualitas.

Sementara itu, di bidang kesehatan, layanan melalui program Kartu Luwu Timur Sehat telah dinikmati oleh ratusan ribu masyarakat. Tercatat sebanyak 422.183 pasien mendapatkan layanan rawat inap dan rawat jalan di puskesmas.

Selain itu, 256 pasien memanfaatkan layanan kartu sehat berbasis KTP di RSUD I Lagaligo Wotu. Pemkab juga menanggung premi BPJS Kesehatan bagi 97.931 warga, sehingga mereka tetap bisa mengakses layanan kesehatan tanpa terbebani biaya.

Pada sektor sosial, Pemkab menjalankan Program Kartu Lansia yang menyasar 2.808 warga lanjut usia. Melalui program ini, setiap lansia menerima bantuan sebesar Rp1 juta per orang per bulan. Bantuan tersebut mencakup tunjangan hidup, layanan kesehatan, serta layanan sosial guna meningkatkan kesejahteraan para lansia.

Di sisi ekonomi, pertumbuhan ekonomi Luwu Timur pada 2025 tercatat mencapai 3,70 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 3,27 persen. Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) harga konstan mencapai Rp19,20 triliun.

Struktur ekonomi daerah masih didominasi sektor pertambangan dan penggalian sebesar 41,99 persen, disusul sektor pertanian 27,22 persen dan konstruksi 11,20 persen. Ketiga sektor ini menyumbang lebih dari 80 persen terhadap perekonomian daerah.

Selain itu, angka kemiskinan juga mengalami penurunan menjadi 5,79 persen atau sekitar 18,55 ribu jiwa, dari sebelumnya 6,55 persen. Tingkat pengangguran terbuka turut menurun menjadi 3,70 persen.

Komentar