Tahap Awal Jalur Dua Ussu–Malili Dibangun 225 Meter, Sekaligus Siapkan Bundaran dan Tugu Kota

POTOKLIK.ID – Pembangunan jalur dua dari batas kota di Desa Ussu, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, mulai direalisasikan secara bertahap setelah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Jalan Nasional (BBJN) memberikan izin pembangunan di ruas jalan nasional tersebut.

Pada tahap awal tahun anggaran APBD Perubahan 2025, proyek ini menelan anggaran sebesar Rp5,2 miliar. Pemerintah Kabupaten Luwu Timur memulai pekerjaan dengan membangun satu sisi jalur jalan sekaligus menyiapkan lahan untuk pembangunan bundaran dan gerbang atau tugu batas kota.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Jalur Dua Ussu–Malili, Abdul Gaffar, mengatakan pengerjaan tahap pertama mengikuti arahan teknis dari BBJN.

“Untuk tahap awal, kami diarahkan membangun satu sisi jalan terlebih dahulu serta menyiapkan lokasi untuk bundaran dan pembangunan tugu batas kota,” ujar Gaffar kepada wartawan saat ditemui di lokasi pembangunan bundaran dan tugu batas kota, Senin (9 Februari 2026).

Ia menjelaskan, progres tahap pertama mencakup pembukaan satu jalur sepanjang 225 meter. Selain itu, pekerjaan juga meliputi penyiapan area bundaran, pembangunan tugu batas kota, serta pemasangan saluran box culvert untuk sistem drainase.

Sementara itu, pada tahun anggaran 2026, pembangunan jalur dua akan dilanjutkan dengan skala yang lebih besar. Pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp58 miliar untuk memperpanjang jalur hingga tugu dekat Jembatan Ussu.

“Metode pengerjaan tahun ini berbeda. Kedua sisi jalan akan langsung dibangun sekaligus,” jelasnya.

Jalur dua tersebut dirancang memiliki lebar total 15 meter, dengan masing-masing sisi jalan selebar 7,5 meter. Di bagian tengah akan dibangun median selebar 1,5 meter yang difungsikan sebagai pemisah jalur, sekaligus tempat pemasangan lampu penerangan jalan dan penataan taman.

Gaffar berharap pembangunan jalur dua ini dapat meningkatkan kelancaran arus lalu lintas, memperindah kawasan pintu masuk kota, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah Malili dan sekitarnya.***

Komentar