Tak Ada Daerah Raih Adipura 2025, Fraksi PAN Luwu Timur Asal Bunyi?

LUWU TIMUR, POTOKLIK.ID – Pernyataan Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) di DPRD Kabupaten Luwu Timur yang menyoroti pemerintah daerah karena tidak meraih Piala Adipura 2025 disinyalir asal bunyi. Sebab fakta nasional menunjukkan tidak ada satu pun daerah di Indonesia yang menerima penghargaan Adipura pada tahun penilaian 2025.

Sorotan Fraksi PAN itu disampaikan melalui pandangan fraksi dalam rapat paripurna DPRD Luwu Timur beberapa hari lalu, yang menyesalkan pemerintah daerah tidak mampu mempertahankan raihan Adipura yang sebelumnya diperoleh selama lima tahun berturut-turut.

Namun kritik tersebut dianggap tidak berdasar karena program Adipura 2025 memang tidak menghasilkan satu pun pemenang, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Tak Ada Daerah Raih Adipura 2025

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Luwu Timur, Umar Dalle, menegaskan bahwa tidak adanya Adipura bagi Luwu Timur bukan karena kinerja daerah semata, tetapi karena tidak ada satu pun daerah di Indonesia yang memenuhi standar penilaian tahun 2025.

“Memang tahun 2025 tidak ada kabupaten atau kota yang mendapat Adipura. Hal itu karena tidak ada daerah yang memenuhi seluruh kriteria penilaian dari tim Kementerian Lingkungan Hidup RI,” kata Umar Dalle, Jumat 6 Maret 2026.

Menurutnya, kriteria penilaian Adipura tahun 2025 jauh lebih ketat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Beberapa syarat utama yang menjadi penilaian yakni, derah harus memiliki pabrik pengolahan sampah yang berfungsi optimal. Petugas kebersihan wajib memiliki SDM terlatih.

Selain itu, tidak boleh ada lagi Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di sudut permukiman warga. Sistem pengelolaan sampah harus terpadu dan berkelanjutan.

“Kriterianya sangat ketat. Banyak daerah yang belum mampu memenuhi semua indikator tersebut,” tegas Umar.

Hal yang sama juga ditegaskan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, yang memastikan tidak ada penyerahan Adipura untuk tahun penilaian 2025.

Ia menyebut hasil evaluasi menunjukkan tak satu pun pemerintah daerah memenuhi standar penghargaan tersebut.

“Tidak ada satu pun pemda yang mampu mencapai predikat Adipura,” ujar Hanif, dikutip dari Kompas.com saat berada di Antapani Tengah, Kota Bandung, Sabtu (28/2/2026).

Hanif bahkan menyinggung kondisi kebersihan di sejumlah kota besar yang masih bermasalah.

“Surabaya yang kita gadang-gadang mendapat Adipura, ternyata di Benowo tempat pembuangan sementaranya masih banyak TPS liar. Begitu keluar kota sedikit, kotornya perlu diperbaiki,” ungkapnya.***

Komentar