Tarif PBB di Pati dan Bone Picu Kemarahan Masyarakat, Luwu Timur Justru Tidak Ada Kenaikan

POTOKLIK.ID – Kenaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) menjadi pemicu kemarahan masyarakat di sejumlah daerah di Indonesia.

Akibat dari kenaikan PBB-P2 sejumlah masyarakat diberbagai daerah melakukan aksi protes secara besar-besaran dan yang paling parah yakni di Kabupaten Pati.

Akibat dari kebijakan yang diambil oleh Bupati Pati Sudewo dengan menaikan tarif PBB-P2 sebesar 250 persen tersebut menuai penolakan dari masyarakat yang berujung terjadi demonstrasi besar-besaran dan menuntut Sudewo mundur dari jabatannya sebagai Bupati Pati.

Selain di Kabupaten Pati, pemerintah di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan juga menaikan tarif pajak PBB-P2 sebesar 300 persen kenaikan ini juga mengundang protes warga yang berujung demo. 

Bahkan masyarakat juga tengah mempersiapkan diri untuk melakukan aksi demonstrasi susulan yang lebih besar lagi di Kabupaten Bone.

Berbeda dengan Kabupaten Luwu Timur tarif PBB-P2 justru tidak mengalami kenaikan. Kebijakan itu diambil oleh Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam yang tidak ingin membebani masyarakat.

“Luwu Timur tidak ada kebijakan menaikkan PBB. Kami tidak ingin menambah beban masyarakat. Fokus kami menjaga kestabilan dan meningkatkan pelayanan publik,” kata Irwan, Sabtu 16 Agustus 2025.

Bahkan Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam  justru menggratiskan sejumlah retribusi fasilitas publik. Mulai dari stadion, lapangan olahraga, tempat wisata, pelabuhan, hingga Rusunawa Sorowako kini bebas pungutan. Bahkan biaya parkir di rumah sakit dan kios Pujasera Malili juga telah dihapuskan.

“Kami ingin masyarakat lebih leluasa beraktivitas tanpa terbebani biaya tambahan. Selama bisa ditopang APBD, fasilitas publik yang bisa digratiskan akan digratiskan,” jelas Irwan.

Dengan kebijakan tersebut, Pemkab Luwu Timur berharap masyarakat dapat merasakan langsung kehadiran pemerintah yang berpihak pada kebutuhan warga tanpa menambah beban di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif.***

Komentar