POTOKLIK.ID – Gerakan secara besaran dalam menuntut janji pemekaran Provinsi Luwu Raya serentak dilakukan di seluruh wilayah di tanah Luwu, Jumat 23 Januari 2026.
Ribuan massa menyuarakan tuntutan dalam pembentukan Provinsi Luwu Raya, mulai dari Kabupaten Luwu, Kota Palopo, Luwu Utara dan Kabupaten Luwu Timur mereka turun kejalan dan mengancam akan melakukan lock down jalan akses Trans Sulawesi.
Salah satu gerakan yang berlangsung saat ini yakni di Kota Palopo mereka menagih janji Negara untuk pembentukan Provinsi Luwu Raya.
Sebab, saat Presiden pertama Indonesia Soekarno (Bung Karno), pernah berkunjung ke Istana Kedatuan Luwu di Palopo pada awal kemerdekaan RI.
Saat itu, Soekarno bertemu dengan Datu Luwu, Andi Djemma dimana keduanya menunjukkan sikap saling menghormati dan memiliki visi yang sama untuk rakyat.
Mereka memperkuat hubungan historis dan dukungan terhadap perjuangan Indonesia. Kunjungan ini penting karena menandai pengakuan dan dukungan Kerajaan Luwu terhadap Republik Indonesia dan merupakan bagian dari sejarah perjuangan di Sulawesi Selatan (Sulsel).
Kunjungan Soekarno sering diungkit dalam konteks perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya, di mana Datu Luwu saat ini (Andi Maradang Machulau) mengingatkan tentang janji-janji historis dan dukungan yang diberikan Soekarno kepada Tana Luwu. Bahkan, Bung Karno pernah menyebut Tana Luwu, akan dijanjikan sebagai Daerah Istimewa.
“Kunjungan Soekarno ke Istana Datu Luwu adalah peristiwa nyata yang mempererat hubungan antara pusat dan daerah dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ada suara yang harus didengarkan dari jantung Sulawesi bukan keiinginan untuk memisahkan diri, namun melainkan untuk mengolah tanahnya sendiri, memperkuat identitasnya sendiri sehingga mengundang kemandirian ekonomi dan mengundang kesejahteraan bagi masyaratnya sendiri,” Orasi Akedemisi, Aprianto saat turun melakukan unjuk rasa menuntut pembentukan Provinsi Luwu Raya, di depan Kantor Wali Kota Palopo, Jumat (23/01/2026).
Tana Luwu, sambung Aprianto merupakan tanah yang penuh dengan sumber-sumber kekayaan. Di tanah ini akan terbangun kesejateraan melalui teluk Bone, melalui sumberdaya mineral, sektor pertanian maka Tana Luwu, akan memberikan kesejateraan bagi masyarakatnya.
Aprianto, juga mengingatkan kepada seluruh pejuang pemekaran Provinsi Luwu Raya, agar narasi (perjuangan) yang dilakukan saat ini tidak boleh putus. Bahkan, sambung dia, sampaikan narasi yang dilakukan hari ini ke seluruh pelosok-pelosok Tana Luwu, yakinkan ke publik bahwa Provinsi Luwu Raya pasti akan terbentuk.
“Setelah Jumatan nanti, kami akan kembali melakukan konsolidasi bersama sekaligus memperkuat semangat tinggi agar perjuangan ini tidak boleh putus,” tegasnya.***







Komentar