POTOKLIK.ID – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur di bawah kepemimpinan Bupati Irwan Bachri Syam dan Wakil Bupati Hj. Puspawati Husler mulai menggerakkan arah baru pembangunan desa melalui program Pandu Juara (Pembangunan Desa Unggul, Maju, dan Sejahtera).
Program ini dirancang bukan sekadar sebagai agenda seremonial, melainkan sebagai mesin penggerak ekonomi desa berbasis industri dan kolaborasi antarwilayah.
Melalui Pandu Juara, Pemkab Luwu Timur menargetkan pertumbuhan ekonomi desa yang berkelanjutan dengan membangun sejumlah unit usaha strategis.
Di antaranya industri beras, industri olahan ikan bandeng, industri cokelat, hingga produksi ayam petelur full otomatis dengan kapasitas mencapai 25 ribu telur per hari. Seluruh usaha tersebut dirancang untuk memanfaatkan potensi lokal sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat desa.
Berbeda dengan pendekatan konvensional, Pandu Juara tidak mendorong desa berjalan sendiri-sendiri.
Tenaga Ahli Program Pandu Juara, Aprianto, menginisiasi model pengelolaan usaha berbasis konsolidasi modal antar desa. Sejumlah desa digabungkan sebagai pemilik modal untuk membentuk Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma), yang selanjutnya menjadi payung hukum dan bisnis dalam pembangunan pabrik-pabrik produksi.
Model Bumdesma ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat daya saing desa, sekaligus menghindari fragmentasi modal dan manajemen yang selama ini menjadi kelemahan BUMDes tunggal.
“Dengan skala usaha yang lebih besar dan manajemen profesional, desa tidak lagi hanya menjadi objek pembangunan, melainkan aktor utama dalam rantai industri dan ekonomi daerah,” kata Aprianto, Sabtu 27 Desember 2025.
Program Pandu Juara juga menjadi penanda arah kebijakan pemerintahan Irwan–Puspawati yang menempatkan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Jika dijalankan secara konsisten dan transparan, program ini berpotensi mengubah wajah desa di Luwu Timur dari sekadar wilayah administratif menjadi sentra produksi dan kekuatan ekonomi lokal.***







Komentar