Satpol PP Luwu Timur Raih Juara II Defile: Barisan Rapi, Urusan Lain Menyusul

LUWU UTARA, POTOKLIK.ID – Dalam sebuah pertunjukan ketertiban yang nyaris tanpa cela (setidaknya di atas panggung), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Luwu Timur sukses mengamankan posisi Juara II pada lomba defile dalam rangka HUT ke-76 Satpol PP tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

Acara berlangsung khidmat di Lapangan Taman Siswa, Masamba, Senin (27/04/2026), lengkap dengan barisan lurus, langkah tegap, dan tentu saja harapan yang ikut berbaris rapi.

Prestasi ini diraih di hadapan Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, yang hadir langsung memberikan semangat. Kehadiran beliau diyakini menjadi energi tambahan bagi pasukan, meskipun sebagian warga masih berharap energi serupa juga bisa dialirkan ke penertiban yang lebih “membumi”.

Upacara dipimpin oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, yang bertindak sebagai inspektur upacara. Sejumlah kepala daerah dan pimpinan Satpol PP kabupaten/kota turut hadir, menyaksikan bagaimana barisan demi barisan tampil memukau, setidaknya selama beberapa menit di arena lomba.

Kontingen Luwu Timur yang dibimbing Kabid Trantibumlinmas Harbi, S.Sos dan Kasi Penindakan Pelanggaran Perda Paulus Prianto Endoleku, S.Sos tampil penuh percaya diri. Gerakan mereka tegas, barisan rapi, dan kekompakan nyaris sempurna, sebuah gambaran ideal yang kerap dirindukan juga hadir dalam rutinitas penegakan perda sehari-hari.

Plt Kepala Satpol PP Luwu Timur, Baharuddin, S.Pd., M.Si., bersama jajaran turut mendampingi langsung pasukan. Dukungan penuh diberikan sejak awal hingga akhir, memastikan setiap langkah tidak keluar jalur, setidaknya di lintasan defile.

“Alhamdulillah kita berhasil meraih posisi ke 2 untuk tingkat Sulawesi Selatan. Semoga kedepan bisa lebih ditingkatkan dan ini capaian yang luar biasa,” kata Baharuddin.

Capaian ini disebut sebagai bukti komitmen Satpol PP dalam menjaga disiplin dan profesionalisme. Meski begitu, publik diam-diam berharap, setelah sukses menertibkan barisan di lomba, langkah berikutnya adalah menertibkan realita di lapangan yang seringkali lebih “liar” dari sekadar formasi defile.

Komentar