LUWU TIMUR, POTOKLIK.ID – Mutasi besar kembali bergulir di tubuh Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan. Ratusan perwira bergeser, membawa cerita, pengalaman, dan jejak pengabdian masing-masing. Di antara nama-nama itu, ada sosok AKP M. Aswan Saharuddin seorang perwira intel yang dikenal bekerja dalam senyap, namun berdampak nyata.
Selama 3 tahun 1 bulan, Aswan memimpin Satuan Intelkam Polres Luwu Timur. Melalui mutasi itu ia dipercaya mengemban amanah baru sebagai Panit 3 Subdit 1 (Politik) Direktorat Intelkam Polda Sulawesi Selatan, sebuah posisi strategis dalam membaca dan mengelola dinamika politik di tingkat provinsi.
Sosok di Balik Nama “Aswan Raharja”
Di luar seragam dinas, ia lebih dikenal sebagai Aswan Raharja, pendiri komunitas Raharja Syndicate. Nama itu bukan sekadar identitas, melainkan cerminan cara berpikirnya dalam membangun jaringan, merawat komunikasi, dan menciptakan solusi dari setiap persoalan.
Lahir di Palopo pada 2 Mei 1983, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, Aswan memulai kariernya sejak lulus pendidikan Bintara tahun 2002. Sejak awal, jalurnya sudah jelas intelijen. Dunia yang menuntut ketajaman membaca situasi, kepekaan sosial, dan kemampuan menjaga stabilitas tanpa banyak sorotan.
Tahun 2017 menjadi titik penting ketika ia lulus sebagai Perwira Khusus Intelijen, memperkuat kapasitasnya dalam dunia yang penuh strategi dan perhitungan.
Menjaga Stabilitas di Tahun-tahun Krusial
Ketika dipercaya menjabat Kasat Intelkam Luwu Timur pada Maret 2023, Indonesia tengah memasuki fase sensitif menjelang Pemilu dan Pilpres. Situasi politik yang rentan gesekan menjadi ujian pertama.
Namun, di tangan Aswan, pendekatan berbeda diterapkan. Ia tidak hanya bertindak sebagai aparat keamanan, tetapi juga sebagai “konsultan sosial”.
“Dalam bertugas kami menempatkan diri sebagai konsultan dalam pemecahan masalah, termasuk pada dinamika sosial masyarakat,” ujarnya, Kamis, April 2026.
Prinsipnya, pendekatan komunikasi menjadi kunci. Ia aktif menjalin koordinasi lintas sektor, membangun dialog dengan tokoh masyarakat, hingga memastikan setiap potensi konflik dapat diredam sebelum membesar.
Ujian berikutnya datang pada Pilkada 2024. Lagi-lagi, stabilitas menjadi taruhan. Dan lagi-lagi, pendekatan komunikasi, mediasi, serta pembacaan situasi yang matang berhasil menjaga Luwu Timur tetap kondusif.
Mengelola Tekanan, Menjembatani Kepentingan
Selama masa jabatannya, gelombang aksi unjuk rasa bukan hal asing. Namun alih-alih represif, Aswan memilih jalur mediasi.
Ia menjadi jembatan antara masyarakat dan pihak terkait. Bukan sekadar meredam, tetapi mencari akar masalah dan solusi yang bisa diterima semua pihak.
Pendekatan ini membuatnya dikenal luas di berbagai lapisan masyarakat. Tidak ada sekat. Tidak ada jarak. Baik tokoh adat, pemuda, hingga kelompok masyarakat umum, semua merasakan gaya komunikasi yang terbuka.
Di internal satuannya pun, ia meninggalkan kesan kuat. Kepemimpinan yang cair, solid, dan penuh keakraban.
Babak Baru Pengabdian
Serah terima jabatan dijadwalkan berlangsung pekan depan di Mapolres Luwu Timur. Posisi yang ditinggalkannya akan diisi IPTU Surachman.
Sementara itu, bagi Aswan, mutasi ini bukan sekadar perpindahan jabatan, tetapi langkah menuju panggung yang lebih luas. Dari Luwu Timur ke tingkat provinsi, tantangan akan semakin kompleks, terutama dalam membaca dinamika politik yang lebih besar.
Namun, jika satu hal yang konsisten dari perjalanan kariernya, itu adalah prinsip yang ia pegang teguh. Tidak ada masalah tanpa solusi—selama komunikasi tetap terjaga.
Profil Singkat AKP M. Aswan Saharuddin
Nama: AKP M. Aswan Saharuddin, SH., MH.
Lahir: Palopo, 2 Mei 1983
Usia: 43 Tahun
Karier:
Pendidikan Bintara: 2002
Perwira Khusus Intelijen: 2017
Kasat Intelkam Luwu Timur: 13 Maret 2023 – 14 April 2026.***







Komentar