POTOKLIK.ID – Pertamina Patra Niaga meminta masyarakat tidak panik atas Kelangkaan BBM yang terjadi di Luwu Timur beberapa hari terakhir.
Pihak Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan BBM subsidi maupun non-subsidi untuk wilayah Luwu Timur aman dan saat ini sedang dalam proses pengiriman ke SPBU-SPBU setempat.
Antrean yang terpantau di beberapa titik bersifat sementara dan tengah direspons melalui langkah percepatan normalisasi layanan.
“Kami pastikan suplai BBM untuk Luwu Timur dalam kondisi cukup dan pengiriman ke SPBU berjalan bertahap. Mohon masyarakat tidak melakukan panic buying dan membeli sesuai kebutuhan normal, agar pelayanan bisa lebih cepat merata,” ujar T. Muhammad Rum, Area Manager Communication, Relation & CSR Sulawesi.
Langkah Percepatan Normalisasi
1. Monitoring stok & prioritas pengiriman ke wilayah Luwu Timur, merespons peningkatan permintaan.
2. Penambahan jam operasional di Fuel Terminal dan SPBU tertentu untuk mempercepat layanan.
3. Koordinasi dengan Pemerintah Daerah, Kepolisian, Dinas Perhubungan, dan pengelola SPBU guna pengaturan antrian agar tidak mengganggu lalu lintas, termasuk kanalisasi jalur kendaraan, penambahan petugas pengarah di lokasi padat, dan memastikan penyaluran BBM tepat sasaran sesuai ketentuan.
“Tim kami di lapangan siaga dan melakukan pemetaan titik padat untuk penyaluran prioritas. Kami juga berkordinasi dengan Pemda dan unsur terkait agar rekayasa antrian dan kelancaran arus lalu lintas berjalan efektif,” tambah T. Muhammad Rum.
Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat:
• Tetap tertib saat mengantri dan mengikuti arahan petugas SPBU.
• Membeli BBM secukupnya.
• Menggunakan BBM subsidi sesuai ketentuan agar tepat sasaran.
Pertamina Patra Niaga berkomitmen menjaga kecukupan stok, kelancaran rantai distribusi, dan kepatuhan regulasi penyaluran BBM bersubsidi. Setiap indikasi pelanggaran di SPBU akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
Untuk informasi dan pengaduan, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Call Center 135 atau kanal resmi Pertamina. Setiap laporan akan diproses melalui mekanisme respons cepat bersama unit operasional dan pemangku kepentingan terkait.***







Komentar