Tiga Desa di Malili Resmi Jadi Desa Cantik, Fokus Tingkatkan Literasi Data

LUWU TIMUR, POTOKLIK.ID – Wakil Bupati Luwu Timur, Puspawati Husler, menegaskan pentingnya data yang akurat sebagai dasar utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Pencanangan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) yang digelar oleh Badan Pusat Statistik Luwu Timur di Aula Dinas Pendidikan, Malili, Kamis (23/04/2026).

Program Desa Cantik merupakan inisiatif strategis BPS untuk meningkatkan literasi statistik, kualitas data, serta kapasitas aparatur desa dalam mengelola dan memanfaatkan data secara optimal.

Dalam sambutannya, Puspawati Husler berharap program ini mampu mendorong tata kelola data di tingkat desa menjadi lebih tertib, terstandar, dan berkualitas.

“Data harus akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kehadiran kader statistik di setiap desa sebagai agen perubahan yang mampu mengelola, menganalisis, dan menginterpretasikan data secara tepat untuk mendukung pembangunan yang lebih terarah.

Selain itu, Wabup Puspawati mendorong desa untuk menghadirkan ruang-ruang informatif berbasis visualisasi data agar masyarakat lebih mudah mengakses dan memahami informasi.

“Ketika masyarakat memahami data, maka partisipasi publik akan meningkat dan pembangunan desa akan semakin berkualitas,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Sulawesi Selatan, Aryanto, menyampaikan komitmennya untuk terus mendampingi desa dalam meningkatkan kualitas data. Ia menilai program Desa Cantik menjadi langkah penting dalam membangun ekosistem statistik hingga ke tingkat desa.

Menurutnya, ketersediaan data yang berkualitas akan berdampak langsung pada peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas.

Dalam kegiatan tersebut, tiga desa di Kecamatan Malili resmi ditetapkan sebagai Desa Cantik, yakni Desa Lakawali, Desa Atue, dan Desa Pasi-Pasi. Sebelumnya, program ini juga telah dilaksanakan di Desa Baruga pada tahun 2025.

Pencanangan Desa Cantik diharapkan mampu menumbuhkan budaya sadar data di tingkat desa serta memperkuat peran data sebagai instrumen utama dalam pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.

Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimda Luwu Timur, Kepala BPS Luwu Timur, Asisten Administrasi Umum, sejumlah kepala OPD, Camat Malili, serta para kepala desa yang menjadi bagian dari program tersebut.

Komentar